Mungkin sudah bukan rahasia umum lagi, jika sebagian besar mengganggap bahwa anime atau biasa di sebut film kartun jepang diistilahkan sebagai tontonan anak kecil. Seperti film, anime sendiri juga terdiri dari beberapa genre seperti drama, fantasy, action, sci-fi, komedi, dewasa, dsb.Memang anime telah mengalami sejarah yang panjang, anime dalam masyarakat indonesia lebih diistilahkan sebagai film kartun, yg dalam sudut pandang beberapa orang sebagai tontonan untuk anak kecil.
Padahal makna dari anime lebih kepada animasi, dan dalam hal ini adalah animasi jepang.Anime yang pertama kali muncul di indonesia adalah doraemon Namun pada realitasnya anime sendiri mengalami revolusi yang cukup besar, baik dari segi penggarapan karakter, cerita, CG, dan 3DCG. sehingga rating dan penikmat anime pun bertambah mulai dari anak kecil,remaja, sampai orang dewasa.
Layaknya game, anime sendiri juga terdiri dari beberapa kategori seperti action, drama, scifi, adventure, Sebagian orang kadang berfikir kalau film animasi itu cuma tontonan yang pantas dilihat anak-anak, bukan orang dewasa. Oke, mungkin mereka tidak suka menonotonnya dan tidak tahu apa yang diceritakan dalam film itu. Saya yakin kalian juga pasti pernah mengalami hal yang sama.
Persepsi setiap orang memang tidak selalu sama apalagi dalam kondisi yang berbeda. Dan tidak semua film animasi itu bertema anak-anak, bagi penggemar film animasi jepang atau biasa disebut dengan istilah ‘Anime’ yang khusus untuk sebutan animasi jepang, pasti sangat mengenal judul anime seperti One Piece, Naruto, Gundam Seed, dan lainnya.
Anime seperti ini tergolong film animasi dewasa walaupun anak-anak juga bisa menontonnya. Yang membedakan animasi untuk anak-anak dan dewasa adalah pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Alasan saya menyukai film animasi jepang selain ceritanya yang menarik, tapi juga terdapat pesan moral yang disampaikan oleh si pembuat kartun/ kartunis. Kalau diperhatikan hampir setiap karya cerita dari negeri sakura ini penuh makna, sangat melambangkan sebuah negara yang berbudaya.
